Pendapatan Google Menurun Signifikan di Masa Pandemi

Pendapatan Google Menurun Signifikan di Masa Pandemi
(Alphabet Inc. adalah perusahaan holding dan konglomerat bentukan Google. Perusahaan ini menaungi beberapa usaha yang dimiliki oleh atau terpisah dari Google, termasuk Google itu sendiri. Foto : AP Photo)

Rolasnews.com – Pertumbuhan pendapatan Google dilaporkan mengalami grafik penurunan signifikan atau yang terendah selama lima tahun terakhir. Hal ini dipicu merosotnya pemasangan iklan di kuartal pertama tahun ini. Kendati demikian, penggunaan layanan Google justru mengalami peningkatan di masa ketika orang-orang dipaksa untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Pada periode Januari-Maret, income induk Google, Alphabet, menunjukkan pandemi COVID-19 juga berpengaruh terhadap kinerja industri iklan digital di tengah berbagai kebijakan yang membatasi aktivitas sebagian penduduk bumi. Kebijakan mengharuskan orang tinggal di rumah, misalnya, menyulitkan pengiklan memasarkan produk dan layanan mereka. Dan ini berpengaruh langsung ke pendapatan Google dari iklan.

Read More

Hanya saja laporan yang dirilis Selasa (28/4) waktu setempat, belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya karena demand iklan global masih berjalan normal akhir Februari hingga awal Maret. Namun setelah itu, keadaan memburuk saat korban jiwa mulai berjatuhan di seluruh dunia. Banyak pemerintah kemudian memberlakukan kebijakan lockdown untuk menghentikan penyebaran pandemi.

CEO Alphabet, Sundar Pichai, mengakui dalam sebuah video conference bahwa penjualan iklan “terdampak signifikan” selama bulan Maret. Juga bulan April ini.

Akan tetapi baik Pichai maupun Kepala Keuangan (CFO) Alphabet, Ruth Porat, mengatakan keadaan tertolong oleh meningkatnya penggunaan mesin pencari Google, termasuk Youtube, saat orang-orang diharuskan tinggal dan bekerja di rumah. Trend ini dapat menjadi keuntungan jangka panjang begitu ekonomi pulih kembali.

Di sisi lain, meski juga terganggu secara finansial akibat pandemi, namun apa yang dialami perusahaan holding bentukan Google itu tidaklah separah banyak perusahaan lainnya.

Pendapatan Alphabet di kuartal pertama adalah USD 41,2 milyar, meningkat 13% dari tahun lalu. Jika peningkatan keuntungan tersebut akan disambut sumringah sebagian besar perusahaan di dunia, namun tidak bagi Google. Pasalnya, hal itu dinilai sama dengan pelambatan signifikan, mengingat Google rata-rata setiap kuartalnya membukukan keuntungan antara 20% hingga 25%.

Sementara itu, Facebook, penjual iklan digital terbesar kedua setelah Google, hampir pasti juga akan mengalami penurunan drastis dari pendapatannya. Rilis laporan keuangan kuartal pertama Facebook dijadwalkan Rabu ini, (29/4).

Baca Juga : BI Gencarkan Transaksi Non Tunai untuk Mitigasi Penularan COVID-19

Keadaan lebih buruk bagi industri iklan digital diperkirakan baru akan benar-benar terjadi di kuartal kedua, April-Juni. Ini karena pengiklan-pengiklan besar seperti maskapai penerbangan, hotel, biro perjalanan, tak akan jor-joran memasang iklan. Selain masih terkendala kebijakan ketat pembatasan mobilitas penduduk di berbagai negara, konsumen tentunya juga akan pikir-pikir untuk berpergian. Setidaknya hingga akhir tahun.

“Kuartal kedua akan menjadi sulit bagi bisnis periklanan kami,” demikian dikatakan Porat saat video conference.

Analis pasar saham memproyeksikan pendapatan Alphabet akan datar di kuartal kedua. Kenaikan diperkirakan baru akan terjadi pada akhir tahun ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.