Rolasnews.com – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026. Kehadiran ini menandai partisipasi kedua Indonesia sebagai anggota penuh sejak bergabung resmi pada 1 Januari 2025. Sebelumnya, Prabowo hadir di KTT BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, Juli 2025.
Presiden bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (11/9/2026) sore, dan tiba di Air Force Station (AFS) Palam, New Delhi, sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Presiden disambut Menteri Negara Urusan Batu Bara dan Pertambangan India Shri Satish Chandra Dubey, pejabat KBRI, serta jajaran pasukan kehormatan dan penampilan budaya tradisional India.
Rombongan Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sejumlah pejabat lain, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, turut hadir.
Pada hari pertama KTT, Prabowo disambut langsung Perdana Menteri India Narendra Modi di Bharat Mandapam, venue yang sama dengan KTT G20 2023. Prabowo mengenakan jas abu-abu, dasi biru, dan peci hitam. Keduanya berjabat tangan dan berfoto di depan logo BRICS.
Perkuat Kerja Sama Pangan dan Energi
Kehadiran Presiden dinilai bagian dari upaya Indonesia memperkuat peran aktif dalam kerja sama multilateral. Sekretariat Presiden menekankan komitmen mendorong tatanan ekonomi global yang lebih seimbang, inklusif, dan memberi ruang lebih besar bagi negara-negara berkembang.
Agenda yang akan diangkat mencakup penguatan kolaborasi di bidang pangan, energi, pembiayaan pembangunan, serta perdagangan.
Prabowo dijadwalkan menyampaikan pandangan pemerintah Indonesia di dua sesi utama. Sesi pertama (tertutup untuk anggota BRICS) mengangkat tema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”. Sesi kedua (terbuka untuk anggota dan mitra) bertema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth”.
Tema keseluruhan KTT di bawah keketuaan India 2026 adalah “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”.
Forum ini dihadiri sejumlah pemimpin dunia, antara lain Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.
Dengan BRICS yang kini mencakup sekitar 40 persen PDB global dan hampir separuh populasi dunia, kehadiran Indonesia diharapkan memperkuat suara Global South di panggung internasional. KTT berlangsung hingga Minggu (13/9/2026).






