Australia Ijinkan Pelancong yang Sudah Divaksinasi Masuk ke Negaranya Mulai 21 Februari 2022

Australia Ijinkan Pelancong yang Sudah Divaksinasi Masuk ke Negaranya Mulai 21 Februari 2022
(Penumpang yang tiba di terminal kedatangan di Perth, Australia, harus memindai QR code sebagai bukti telah divaksinasi. Credit: Getty Images)

Rolasnews.com – Terhitung mulai 21 Februari, Pemerintah Australia akan mengijinkan pelancong atau wisatawan yang sudah divaksinasi COVID-19 untuk memasuki negaranya. Kebijakan tersebut adalah langkah lanjutan dalam melonggarkan pembatasan terkait pandemi.

Perdana Menteri Scott Morrison bersama sejumlah menteri senior sepakat pada hari Senin untuk membuka kembali negaranya pada semua pemegang visa yang telah divaksinasi. Keputusan itu berlaku efektif mulai 21 Februari 2022.

Read More
Link Banner

Morrison mengatakan orang asing atau pelancong yang datang harus menunjukkan bukti telah divaksinasi. Ia merujuk pada kasus petenis asal Serbia, Novak Djokovic, yang terpaksa dideportasi bulan lalu karena tidak divaksin.

“Kejadian di awal tahun itu (kasus Djokovic, red), seharusnya mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada semua orang di seluruh dunia bahwa bukti telah divaksinasi menjadi syarat masuk ke Australia,” kata Morrison.

Kasus yang menimpa petenis nomor 1 dunia itu menunjukkan bahwa pengunjung yang memperoleh visa melalui proses otomatis sebelum berangkat ke Australia, tidak lantas menjamin mereka memenuhi persyaratan masuk pada saat kedatangan.

Novak Djokovic kembali ke Beograd
(Petenis asal Serbia, Novak Djokovik, di dalam pesawat yang akan membawanya kembali ke Beograd setelah dideportasi Pemerintah Australia karena belum divaksinasi. Gambar diambil pada 17 Januari 2022. Credit: AP Photo)

Australia memang dikenal sebagai salah satu negara yang paling ketat memberlakukan sejumlah pembatasan bagi orang asing dan warganya keluar masuk negara tersebut sejak Maret 2020. Hal ini untuk mencegah mereka membawa masuk COVID-19.

Ketika pembatasan sedikit dilonggarkan pada November tahun lalu karena tingginya angka vaksinasi di Australia, prioritas masuk diberikan kepada pelajar asing dan migran terampil dibandingkan turis.

Penyelenggara pariwisata telah melobi pemerintah untuk memperbolehkan turis kembali lebih cepat. Apalagi musim panas sudah memasuki bulan terakhirnya.

Dewan Pariwisata Australia yang mewakili sektor industri pariwisata di negaranya, mengatakan mereka berharap secepatnya dapat kembali memulihkan pasar yang terpuruk di masa pandemi.

“Bisnis pariwisata di Australia tentu menyambut baik dibukanya kembali pintu bagi wisatawan mancanegara,” ujar direktur pelaksana, Peter Shelley.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Karen Andrews, mengatakan meski mensyaratkan vaksinasi bagi wisatawan yang datang, tetapi bagi mereka yang mempunyai bukti alasan medis yang menyatakan mereka tidak dapat divaksinasi, dapat mengajukan permohonan pengecualian perjalanan.

Wisatawan yang datang ke negeri kanguru itu juga harus mengikuti aturan terkait COVID-19 di masing-masing negara bagian jika mereka bepergian ke negara-negara bagian tersebut.

Aturan paling ketat diterapkan oleh negara bagian Western Australia, yang wilayahnya paling luas dan meliputi sepertiga Australia.

Negara bagian itu hanya mengijinkan 265 kedatangan internasional dalam satu minggu. Mereka yang datang juga diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari. (TON)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *