Rolasnews.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi bersama Walikota Malang Sutiaji meninjau langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2021 di Universitas Brawijaya (UB). Tercatat sebanyak 17.204 peserta mengikuti UTBK-SBMPTN yang digelar dalam dua gelombang yakni pada tanggal 12 dan 26 April 2021 tersebut.
Disampaikan Dede, tujuan dari kunjungannya tersebut adalah untuk melihat secara langsung pelaksanaan UTBK-SBMPTN di Kota Malang khususnya di UB sekaligus mengecek penerapan prokes yang dijalankan selama pelaksanaan ujian.
“Kami datang meninjau pelaksanaan UTBK ini karena dari berbagai kampus kami mendapatkan keluhan dari para peserta ujian yang mengeluhkan biaya rapid antigen yang cukup mahal. Nah, di sini, di Kota Malang, justru hal yang berbeda dilakukan oleh Pemkot Malang dan UB dimana para peserta tidak perlu melakukan rapid antigen agar bisa mengikuti ujian,” ucapnya di UB, Senin (12/4).
“Ternyata alasannya menurut Pak Walikota Malang, jika mall dan pasar saja dibuka tanpa harus menyertakan hasil rapid bagi pengunjungnya, masak ini anak-anak yang akan mengikuti ujian yang menyangkut masa depan mereka justru harus melakukan rapid antigen. Apalagi bagi peserta ujian, biaya rapid itu cukup besar nilainya,” imbuh Dede Yusuf.
“Saya pikir apa yang dilakukan pemkot Malang dan UB bisa dijadikan contoh buat yang lain. Supaya kita berhati-hatinya justru dalam penerapan prokesnya, bukan dalam rapidnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS, mengatakan, meskipun para peserta UTBK-SBMPTN tidak diwajibkan melakukan rapid antigen, namun ia memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan yang dijalankan di UB cukup ketat.
“Para peserta ujian yang baru datang harus cuci tangan pakai sabun, termasuk jika masker yang digunakan tidak standar akan kita ganti maskernya. Kemudian kalau ada suhu badannya yang tinggi akan kita sendirikan ruangannya di ruang isolasi. Agar mereka tetap bisa mengerjakan soal ujian tapi di ruangan tersendiri,” terangnya.
Begini Persiapan UB Jelang Pelaksanaan UTBK-SBMPTN
Senada, Ketua Satgas COVID-19 UB Prof. Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes, mengatakan bahwa pihaknya mempunyai prokes yang harus dipatuhi bersama. Mulai dari penggunaan masker, cuci tangan, screning suhu badan dengan thermogun, hingga menjaga jarak pada saat pelaksanaan ujian.
“Kemudian semua petugas ujian juga kita lakukan rapid. Hal ini yang kemudian membuat kita percaya diri melaksanakan UTBK tanpa syarat rapid antigen,” ucapnya.

Sementara itu Walikota Malang, Sutiaji, menyebutkan bahwa tidak hanya di UB, semua kampus di Kota Malang yang melaksanakan UTBK-SBMPTN, tidak ada yang mensyaratkan rapid antigen bagi para peserta ujiannya, sama seperti di UB.
“Sejak pertama pelaksanaan UTBK-SBMPTN di UB tidak pernah mensyaratkan rapid antigen dan Alhamdulillah selama ini tidak ada kasus,” ungkapnya.
“UB ini termasuk kampus yang sangat berhati-hati sekali. Bahkan wisuda tatap muka saja yang sudah kami ijinkan, dari pihak UB justru masih berhati-hati dan lebih memilih tetap melaksanakan wisuda secara daring, pungkas Sutiaji. (ANC)







