Rolasnews.com – Memanfaatkan limbah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat, empat siswa kelas 6 SDN Rangkah VI/168 Surabaya membuat kreasi dengan mengolah cangkang telur menjadi pasta gigi. Kreasi ini merupakan bagian dari program akhir sekolah yang mengambil tema pelestarian lingkungan dengan menerapkan 3R (Reuse, Reduce dan Recycle).
Keempat siswa kelas 6 SDN Rangkah VI/168 Surabaya tersebut adalah Restianti Anindita K, Rindu Mutiara Clairine, Risma Anjani dan Shafira Maharani Putri.
Dalam Unjuk Kerja dan Karya Program Akhir Kelas 6 ini, mereka didampingi oleh Hari Prihatini Murdianti, ST, S.Pd, sebagai guru pembimbing.
Pertimbangan mendaur ulang cangkang telur ayam menjadi pasta gigi adalah sebagai referensi pengetahuan dan karya ilmiah untuk pembelajaran di sekolah. Selain itu, juga sarana informasi bagi masyarakat untuk lebih mengembangkan limbah telur ayam menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Sebagai sumber protein, telur memiliki banyak keunggulan seperti kandungan asam amino yang lengkap, cita rasanya enak serta banyak digunakan untuk aneka ragam pengolahan bahan makanan. Karena harganya murah dan mudah didapat, tak heran telur menjadi makanan yang akrab dengan masyarakat kita,” ujar Hari Prihatini yang akrab disapa Bu Didien.

Sayangnya, ia menambahkan, tak banyak yang tertarik memanfaatkan kulit telur yang jumlahnya melimpah di sekitar kita.
Setelah diambil bagian dalamnya, kulit telur ayam umumnya dibuang begitu saja. Padahal jika mau sedikit bersusah payah mengolahnya, kulit telur pun banyak manfaatnya. Menjadi pasta gigi, misalnya.
“Cangkang telur mengandung ion Ca2+ yang merupakan dasar pembuatan pasta gigi. Pemanfaatan cangkang telur ayam ini dilakukan dengan terlebih dahulu menghancurkannya hingga menjadi bubuk. Agar mempermudah dalam memanfaatkan Ca2+ yang terkandung di dalamnya,” tutur Bu Didien.

Berkat Dodol Nangka, Siswa SDN Tanjungrejo 2 Malang Sabet Medali Perunggu di Ajang AISEEF
Dengan memahami kandungan yang ada dalam kulit telur, ia memandu para muridnya di SDN Rangkah VI/168 Surabaya untuk berkreasi dan menuliskan seluruh prosesnya. Sehingga dapat menjadi sumber informasi pembuatan pasta gigi bagi masyarakat luas.
“Selain memenuhi program akhir kelas 6, hal ini akan menumbuhkembangkan jiwa dan pemikiran ilmiah anak-anak. Sementara bagi sekolah, dapat dijadikan tambahan koleksi unjuk kerja dan karya dari para murid,” imbuhnya.




Bu Guru Didien yang pernah menimba ilmu di SMPN 12 Surabaya dan lulus tahun 1988 ini juga mengingatkan pentingnya membiasakan anak-anak berkreasi memanfaatkan barang-barang yang tak terpakai menjadi sesuatu yang berguna. Termasuk limbah cangkang telur yang selama ini lebih banyak berakhir di tempat sampah.
“Karya ini (pembuatan pasta gigi dari cangkang telur, red) juga bertujuan untuk mendukung program 3R. Yakni, Reuse, Reduce dan Recycle,” tutup Bu Guru Didien. (TON)







