Banjir Sumatra Kerek Harga Kopi Dunia, Ekspor Berpotensi Anjlok 15%

Banjir Sumatra Kerek Harga Kopi Dunia, Ekspor Berpotensi Anjlok 15%

Rolasnews.com – Harga kopi di pasar internasional terus menunjukkan tren naik. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran global terhadap gangguan pasokan dari Indonesia akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah perkebunan, terutama di Sumatra, beberapa pekan terakhir.

Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) mengungkapkan banjir tersebut berpotensi memangkas volume ekspor kopi nasional hingga 15% pada musim tanam 2025-2026.

Read More

Di Sumatra Utara, sekitar sepertiga lahan kopi Arabika dilaporkan mengalami kerusakan parah. Sementara kebun kopi Robusta relatif lebih aman dari dampak cuaca ekstrem ini.

Kondisi ini berpengaruh serius terhadap pasar dunia, mengingat posisi strategis Indonesia sebagai produsen kopi Robusta terbesar ketiga di dunia.

Faktor Cuaca di Brasil

Selain masalah cuaca di Indonesia, minimnya curah hujan di Brasil juga menjadi faktor pendukung penguatan harga.

Berdasarkan data Somar Meteorologia, curah hujan di wilayah Minas Gerais—pusat penghasil Arabika utama di Brasil—hanya mencapai 76% dari rata-rata biasanya hingga pertengahan Desember ini.

Meski demikian, harga kopi masih dibayangi tekanan dari sisi pasokan global lainnya.

Badan perkiraan panen Brasil, Conab, justru merevisi naik estimasi produksi kopi mereka untuk tahun 2025 menjadi 56,54 juta karung. Meningkat 2,4% dibandingkan estimasi sebelumnya pada September.

Melimpahnya Pasokan dari Vietnam

Di sisi lain, melimpahnya stok kopi dari Vietnam berpotensi menekan harga kembali ke bawah.

Vietnam, sebagai produsen Robusta terbesar di dunia, mencatatkan lonjakan ekspor sebesar 39% pada November lalu.

Produksi kopi Vietnam untuk musim 2025/2026 diprediksi akan mencapai rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir, yakni sebanyak 1,76 juta metrik ton.

Asosiasi Kopi dan Kakao Vietnam (Vicofa) optimis produksi bisa tumbuh hingga 10% jika kondisi cuaca mendukung.

Fluktuasi Stok di Bursa ICE

Stok kopi yang dipantau oleh bursa ICE juga memberikan gambaran ketatnya pasar.

Kopi Arabika yang sempat menyentuh level terendah dalam 1,75 tahun (398.645 karung) pada November, mulai pulih perlahan pada Desember ini.

Sedangkan Kopi Robusta yang di stok di bursa sempat merosot ke level terendah dalam 11,5 bulan pada awal Desember, kembali naik tipis pekan ini.

Adapun laporan dari International Coffee Organization (ICO) menunjukkan bahwa secara keseluruhan, ekspor kopi global tahun ini mengalami sedikit penurunan sebesar 0,3%.

Namun, dalam jangka panjang, USDA Foreign Agricultural Service (FAS) memprediksi produksi kopi dunia 2025/2026 akan mencetak rekor baru sebesar 178,8 juta karung (naik 2%).

Uniknya, produksi Robusta diprediksi tumbuh signifikan sebesar 10,9%, sementara produksi Arabika justru diperkirakan turun sekitar 4,7%.

Secara keseluruhan, pasar kopi dunia saat ini tengah berada dalam persimpangan antara ancaman gagal panen di Indonesia akibat banjir dan harapan melimpahnya produksi dari Brasil dan Vietnam di dalam kurun beberapa waktu ke depan. (TON)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *