Rolasnews.com – Save the Children Global Ventures (SCGV) mengumumkan investasi ekuitas senilai US$500.000 (sekitar Rp8 miliar) ke PrimaKu, platform kesehatan anak digital asal Indonesia.
Investasi tahap awal ini bersumber sama besar dari Australia Fund dan Children’s Impact Multiplier Fund milik SCGV.
Jika kinerja PrimaKu sesuai harapan, SCGV berencana ikut serta pada putaran pendanaan Series A PrimaKu melalui Asia Health Fund yang akan diluncurkan pada 2026 dengan nilai investasi per proyek US$1–2 juta.
“Ini merupakan investasi kesehatan pertama dari tiga yang akan kami umumkan dalam beberapa minggu ke depan. Sekaligus membangun rekam jejak sebelum peluncuran Asia Health Fund,” ujar SCGV, Rabu (10/12/2025).

PrimaKu yang saat ini mayoritas penggunanya berada di Pulau Jawa akan memanfaatkan jaringan program kesehatan masyarakat Yayasan Sayangi Tunas Cilik (Save the Children Indonesia) untuk menjangkau keluarga di wilayah terpencil dan terluar yang akses layanan kesehatannya masih terbatas.
Platform PrimaKu menghubungkan orang tua, dokter spesialis anak, dan penyedia layanan kesehatan melalui fitur panduan kesehatan anak, pengingat vaksinasi, serta dukungan gizi.
Saat ini PrimaKu telah memiliki 1,5 juta orang tua terdaftar. Juga bermitra dengan lebih dari 5.000 dokter spesialis anak dan 1.500 klinik di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data yang dikutip SCGV, dua pertiga anak Indonesia tidak mendapatkan vaksin rutin lengkap dan lebih dari satu dari lima balita mengalami stunting.
Namun, anak-anak yang terdaftar di PrimaKu menyelesaikan vaksinasi rutin lebih dari tiga kali lipat dibandingkan non-pengguna, serta 96 persen di antaranya terhindar dari malnutrisi.
Komitmen untuk Kesehatan Anak
Lisa Fedorenko, Head of Impact Investing Asia Pacific SCGV, menyatakan kerja sama ini sejalan dengan komitmen organisasi untuk memajukan inovasi kesehatan di bidang kesehatan anak di kawasan Asia-Pasifik.
Muhammad Aditriya Indraputra, Co-founder dan CEO PrimaKu, menilai dukungan modal, keahlian regional, dan jaringan SCGV akan sangat berharga untuk memperluas jangkauan platform ke lebih banyak keluarga di seluruh Indonesia.
SCGV yang didirikan pada 2023 telah berinvestasi di sejumlah perusahaan kesehatan lain, antara lain ThinkMD (platform diagnosis berbasis ponsel) dan Viebeg (penyedia produk kesehatan anak di Afrika Timur).
Hingga saat ini, SCGV telah hadir di 31 negara dan berhasil menghimpun pendanaan lebih dari US$23 juta. (TON)








