Saingi Netflix, Paramount Ajukan Tawaran Rp1.700 Triliun untuk Akuisisi Warner Bros Discovery

Saingi Netflix, Paramount Ajukan Tawaran Rp1.700 Triliun untuk Akuisisi Warner Bros Discovery

Rolasnews.com – Paramount Global bersama Skydance Media mengajukan tawaran pengambilalihan bermusuhan (hostile takeover) terhadap Warner Bros Discovery (WBD) senilai US$108,4 miliar (sekitar Rp1.700 triliun). Langkah ini mengacaukan kesepakatan yang hampir final antara WBD dengan Netflix senilai US$72 miliar untuk aset studio film, televisi, dan layanan streaming.

Jumat pekan lalu, Netflix resmi memenangkan perang penawaran melawan Paramount dan Comcast dengan kesepakatan ekuitas US$72 miliar ditambah utang sehingga nilai total mencapai US$82,7 miliar.

Read More

Kesepakatan itu juga menyertakan biaya pembatalan (break-up fee) sebesar US$5,8 miliar yang harus dibayar Netflix jika transaksi gagal.

Paramount kini menawarkan pembelian seluruh saham WBD seharga US$30 per lembar. Lebih tinggi dari penawaran Netflix yang setara sekitar US$28 per saham untuk aset tertentu.

Sejak September 2025, Paramount telah mengajukan beberapa tawaran yang ditolak WBD.

Dalam surat resmi, Paramount mempertanyakan proses lelang WBD dan menuding manajemen telah “menentukan pemenang” sejak awal dengan memihak Netflix.

Tuduhan ini diperkuat laporan bahwa petinggi WBD menyebut kesepakatan Netflix sebagai “slam dunk” sembari merendahkan tawaran Paramount.

Analis industri menilai Paramount-Skydance sebagai kandidat paling logis untuk mengakuisisi WBD. Dukungan finansial kuat datang dari Larry Ellison—pendiri Oracle sekaligus orang terkaya kedua di dunia—melalui putranya, CEO Skydance David Ellison.

Tekanan Trump

Kedekatan keluarga Ellison dengan pemerintahan Donald Trump juga menjadi faktor penting.

Presiden AS Donald Trump pada Senin (8/12/2025) menyatakan kombinasi Netflix-Warner Bros berpotensi menimbulkan masalah dominasi pasar dan ia “akan punya suara” dalam keputusan akhir.

Menurut laporan Bloomberg, Trump telah bertemu Co-CEO Netflix Ted Sarandos pada November lalu dan meminta WBD dijual kepada penawar tertinggi.

Kesepakatan Netflix-WBD sudah menuai kritik keras dari anggota Kongres lintas partai serta serikat pekerja Hollywood. Kekhawatiran utama adalah pemotongan besar-besaran tenaga kerja dan kenaikan harga langganan bagi konsumen.

Analis Morningstar memperingatkan, tumpang tindih bisnis yang masif antara kedua perusahaan akan menekan pendapatan streaming. Kecuali Netflix menaikkan harga dua kali lipat atau mengoperasikan platform terpisah—dua opsi yang dinilai tidak realistis.

Manjakan Konsumen

Sementara itu, Netflix menegaskan akuisisi ini akan memberikan nilai tambah bagi konsumen, pemegang saham, dan talenta kreatif. Akses ke kekayaan intelektual WBD dianggap krusial bagi ambisi Netflix di bidang gaming, hiburan langsung, dan ekosistem konsumen yang lebih luas.

Hingga berita ini diturunkan, Dewan Direksi Warner Bros Discovery belum memberikan respons resmi terhadap tawaran hostile Paramount-Skydance. (TON)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *