Rolasnews.com – Jocelyn Wildenstein, sosialita asal Swiss yang dikenal karena operasi plastik ekstrem hingga mendapat julukan ‘Catwoman,’ meninggal dunia 31 Desember 2024 di usia 84 tahun. Pasangannya, Lloyd Klein, mengungkapkan penyebab kematian Wildenstein adalah flebitis, yaitu peradangan pada pembuluh vena yang sering kali dipicu oleh pembekuan darah atau kerusakan dinding vena.
Dalam wawancara dengan majalah People, Klein menceritakan momen terakhir mereka.
“Kami menikmati malam yang bahagia dan bersiap menyambut Tahun Baru. Kami tidur sejenak agar terlihat segar sebelum berdandan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kaki Wildenstein mengalami pembengkakan parah akibat flebitis, yang menghambat aliran darah dan suplai oksigen ke otak.
“Ketika saya bangun dan mencoba membangunkannya, dia sudah dingin dan meninggal.”
Klein mengaku sangat terpukul kehilangan pasangan yang telah bersamanya selama lebih dari dua dekade.
“Sungguh menyedihkan. Kami telah bersama selama 21 tahun, dan saat sedang menunggu merayakan Malam Tahun Baru, saya menemukannya sudah tak bernyawa,” keluhnya sedih.
Ia menambahkan kesehatan Wildenstein tampak baik beberapa hari sebelum kematiannya.
“Dua hari sebelumnya, kami makan malam di Ritz. Kami juga menghadiri Fashion Week di Chanel. Segalanya berjalan normal,” kenangnya.
Sementara itu, TMZ melaporkan bahwa setahun sebelum kematiannya, Wildenstein tengah mengerjakan proyek acara realitas yang diproduksi Jeff Jenkins dan Christine Peters. Acara tersebut menggambarkan kepindahannya dari New York City ke Los Angeles untuk memulai hidup baru.
Meskipun syuting telah selesai, nasib acara ini belum jelas karena belum ada stasiun televisi yang mengonfirmasi penayangannya.
Wildenstein, yang sering menjadi sorotan media karena penampilannya yang mirip kucing, meninggalkan warisan cerita yang penuh warna dan kontroversi.
Operasi Plastik Ekstrem
Jocelyne Périsset, nama aslinya, dikenal sebagai penggemar operasi plastik yang masuk kategori ekstrem. Lahir di Lausanne, Swiss pada 5 Agustus 1940, ia memulai karirnya di dunia hiburan pada tahun 1964 dengan membintangi film ‘Un commerce tranquille’, saat ia berusia 17 tahun.
Setelah itu ia hijrah dari ke Amerika Serikat. Namanya menjadi sorotan publik setelah berurusan dengan berbagai prosedur bedah plastik yang mengubah penampilannya habis-habisan.

Ia mencapai puncak ketenarannya bukan karena prestasi di dunia entertainment, melainkan karena menikahi Alec Wildenstein, seorang pengusaha kaya keturunan Prancis.
Mereka menikah pada tahun 1978 dan memiliki dua anak. Namun, pernikahan mereka berakhir dengan perceraian yang sangat menghebohkan pada tahun 1999, di mana ia dilaporkan mendapatkan harta ‘gono gini’ paling besar dalam sejarah perceraian, mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS.
Jocelyn makin tenar setelah melakukan berbagai operasi plastik ekstrem sehingga wajahnya berubah total. Ia kerap tampil di berbagai acara sosial dan televisi.
Ia lalu juga merambah ke media sosial yang membuatnya makin terkenal. Dalam akun media sosialnya, Ia kerap membagikan momen kehidupan sehari-harinya dan berinteraksi langsung dengan penggemar.
Kendati sering menjadi bahan olok-olok, Jocelyn cuek-cuek saja. Ia tetap menjalani hidupnya dengan penuh gaya. Hingga ajal menjemputnya tepat di malam pergantian tahun. (TON)







