Rolasnews.com – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dipastikan tidak akan menghadiri Olimpiade Tokyo. Demikian pernyataan resmi juru bicaranya, Kamis (15/7). Meski tak dapat hadir di perhelatan pesta olahraga terbesar sejagad itu, Guterres mengingatkan tentang pentingnya perdamaian global.


Dalam pesan videonya, Sekjen PBB menyerukan semua pihak yang bertikai di seluruh dunia untuk sejenak meletakkan senjata selama berlangsungnya Olimpiade Tokyo hingga 12 September, atau tujuh hari setelah penutupan Paralimpiade.
“Dalam beberapa hari ke depan, atlet-atlet dari seluruh dunia akan berkumpul di Jepang untuk olimpiade dan paralimpiade. Mereka harus melalui berbagai rintangan yang sangat besar demi dapat berpartisipasi, di tengah pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini,” ujarnya.
Sekjen PBB mengajak semua pihak untuk mewujudkan perdamaian global dan bersatu untuk tujuan bersama, yang bahkan lebih penting lagi di tahun ini. PBB juga berusaha keras untuk mengakhiri pandemi serta membangun pemulihan global yang kuat, berkelanjutan dan inklusif.
Baca Juga :
Kepolisian Jepang Waspadai Potensi Unjuk Rasa Menolak Olimpiade Berujung Kekerasan
Untuk diketahui, resolusi gencatan senjata olimpiade pertama kali diadopsi di PBB setahun sebelum Olimpiade Musim Dingin tahun 1994 di Lillehammer, Norwegia. Resolusi tersebut diadopsi berdasarkan usulan Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Gencatan senjata terakhir yang dihormati komunitas internasional, disepakati pada Sidang Umum PBB di tahun 2019. (TON)







