Rolasnews.com – Proses pengerjaan pengembangan rumah sakit darurat penanganan COVID-19 di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM) segera terealisasi. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan secara langsung oleh Bupati Malang, HM Sanusi.
Kepala Balai Prasarana Permukiman (BPP) Wilayah Jawa Timur M.Reva Sastrodiningrat ST.M.Sc menyebutkan, jika merujuk data per tanggal 4 April 2021, pasien covid di Indonesia telah mencapai 1.534.255 pasien dengan kasus positif di Jawa Timur mencapai 140.331 pasien dan sejumlah 10.346 pasien berada di wilayah Malang Raya.
Berkaitan dengan hal tersebut sejumlah rumah sakit di wilayah Malang Raya telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan penanganan COVID-19. Salah satunya adalah RSU UMM.
Karenanya menurut Reva, pelaksanaan pengembangan RSU UMM juga merupakan salah satu upaya penanganan COVID-19 khususnya di wilayah Malang Raya.
“Pengembangan rumah sakit UMM ini akan dilakukan pada lahan seluas 800 meter persegi yang berada di wilayah Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan lingkup pekerjaan berupa ruang observasi sebanyak 65 bed, ruang isolasi 8 bed, ruang screening serta bangunan penunjang rumah sakit lainnya,” jelasnya, Senin (5/4).

Pihaknya berharap, proses pembangunan yang sumber pendanaannya menggunakan DSP atau Dana Siap Pakai BNPB tersebut dapat terselesaikan dalam kurun waktu kurang lebih 45 hari.
“Besar harapan kami agar kegiatan pengembangan RSU UMM menjadi rumah sakit darurat penanganan covid ini dapat terselesaikan secara tepat biaya, tepat mutu dan tepat waktu 45 hari. Serta dapat segera dioperasionalisasikan dengan tentunya didukung oleh peralatan kesehatan dan tenaga kesehatan yang memadai,” ujarnya.
“Semoga hasil pembangunan RSU UMM ini nantinya dapat senantiasa dipelihara dan dirawat dengan baik. Kedepan pasca pandemi COVID-19, Insyaallah rumah sakit ini akan dijadikan sebagai rumah sakit penyakit infeksius di kabupaten Malang,” imbuhnya.
Sementara itu Bupati Malang, HM. Sanusi, ditemui usai melakukan peletakan batu pertama mengaku sangat berterimakasih kepada UMM, Kementerian PUPR dan BNPB yang telah membantu masyarakat Malang dengan membangun rumah sakit khusus covid.
Gubernur Khofifah Resmikan Rumah Sakit Lapangan Di Madiun
Menurutnya, denga adanya rumah sakit khusus covid akan banyak masyarakat yang terdampak covid bisa terselamatkan dengan baik.
“Rumah sakit darurat penanganan COVID-19 di RSU UMM ini nantinya tidak akan menerima pasien umum, tapi hanya menerima pasien khusus COVID-19. Sebab semua fasilitas yang ada disini memang dikhususkan untuk pasien covid,” ucapnya.
“Alhamdulillah saat ini kasus COVID-19 di Kabupaten sudah jauh menurun,” ia menambahkan.

Senada, Rektor UMM, Dr. M. Fauzan. M.Pd, juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada BNPB, Kementerian PUPR, Kemenkes dan Bupati Malang yang telah membantu merealisasikan pengembangan rumah sakit khusu covid di RSU UMM.
“Dalam waktu yang singkat kami berharap bisa merealisasikan itu dan tekad kita bersama agar Malang, Indonesia, dan dunia pada umumnya harus bebas dari covid,” pungkasnya. (ANC)







