Rolasnews.com – Perum Bulog menargetkan dapat menyerap 4 juta ton beras setara dari hasil panen petani sepanjang tahun 2026. Angka ini melonjak sekitar 30-33% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 3 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, target tersebut telah ditetapkan melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Penyerapan besar-besaran ini menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan nasional pasca pencapaian swasembada beras.
“Dengan stok awal tahun ini sekitar 3,35 juta ton, ditambah target serapan 4 juta ton, maka Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bisa mendekati 7 juta ton sepanjang 2026,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Jakarta, akhir pekan ini.
Selain beras, Bulog juga mendapat penugasan menyerap 1 juta ton jagung petani.
Fokus utama penyerapan beras diprioritaskan pada semester pertama tahun, terutama periode panen raya Februari–April.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan menargetkan serapan khusus pada panen raya awal 2026 minimal 2 juta ton, dengan potensi mencapai 2,5 juta ton. Upaya ini bertujuan menjaga harga gabah tetap menguntungkan petani sekaligus mencegah anjloknya harga saat panen raya.
Jika target tercapai, pemerintah membuka peluang baru, antara lain:
- Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan distribusi hingga 1,5 juta ton beras murah.
- Realisasi beras satu harga nasional (SPHP seragam dari Sabang sampai Merauke).
- Potensi ekspor beras ke negara tetangga seperti Timor Leste, Papua Nugini, dan Malaysia, setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi.
Untuk mendukung target besar ini, Bulog tengah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan guna memperoleh dukungan dana APBN.
Persiapan infrastruktur juga digenjot, termasuk penambahan kapasitas gudang hingga minimal 2 juta ton di awal tahun.
Dengan demikian proyeksi produksi beras nasional mencapai sekitar 34,7 juta ton pada 2026. Target serapan Bulog ini dianggap realistis sekaligus menjadi tonggak penting menuju Indonesia tidak hanya swasembada. Tetapi juga memiliki cadangan pangan yang sangat kokoh. (TON)







