Harga Emas Dunia Melonjak 1-1,5% Awal Pekan Ini, Imbas Konflik AS-Venezuela,

Harga Emas Dunia Melonjak 1-1,5% Awal Pekan Ini, Imbas Konflik AS-Venezuela,

Rolasnews.com – Harga emas dunia membuka perdagangan awal pekan ini dengan penguatan signifikan, naik lebih dari 1% hingga menyentuh level US$4.380–US$4.400 per troy ons pada sesi Senin (5/1/2025) pagi. Lonjakan ini dipicu oleh eskalasi geopolitik akhir pekan lalu. Saat Amerika Serikat melakukan operasi militer besar-besaran yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi tersebut melalui akun Truth Social pada Sabtu (3/1/2026). Ia menyatakan bahwa Maduro telah ditangkap dan dikeluarkan dari Venezuela. Trump juga mengatakan Washington sementara akan “mengelola” pemerintahan di sana.

Read More

Peristiwa ini memicu kekhawatiran pasar akan ketidakstabilan regional di Amerika Latin. Termasuk pula potensi gangguan pasokan minyak (Venezuela pemilik cadangan minyak terbesar dunia), serta risiko eskalasi lebih luas yang melibatkan sekutu Maduro seperti Rusia atau China.

Emas, sebagai aset safe-haven klasik, langsung menjadi tujuan utama investor yang meninggalkan aset berisiko.

Pada sesi awal Senin, harga emas spot tercatat US$4.383–4.394 per ons (naik 1,2–1,44% dari penutupan Jumat di US$4.332–4.345). Sementara emas berjangka COMEX juga melonjak serupa.

Beberapa analis memproyeksikan harga berpotensi menuju US$4.426 atau bahkan US$4.500 dalam pekan ini jika ketegangan berlanjut.

Emas Antam Naik Tajam

Di pasar domestik, respons terlihat pada harga emas Antam yang melonjak tajam Rp27.000 menjadi Rp2.515.000 per gram (dari Rp2.488.000 akhir pekan lalu). Menembus level psikologis Rp2,5 juta untuk pertama kalinya di tahun 2026.

Harga buyback Antam ikut naik ke Rp2.371.000 per gram. Sementara itu, emas di Pegadaian (Galeri 24 dan UBS) masih relatif stabil di kisaran Rp2.522.000–Rp2.559.000 per gram karena penyesuaian harga biasanya mengikuti dengan lag.

Meski minyak mentah dunia relatif stabil (Brent sekitar US$60–61 per barel karena kekhawatiran oversupply lebih dominan), emas tetap menjadi penerima manfaat utama dari flight to safety.

Investor juga mencermati data ekonomi AS pekan ini (ISM Manufaktur, ADP Employment, dan unemployment rate) yang bisa memengaruhi ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed.

Secara keseluruhan, konflik AS-Venezuela menjadi katalis utama yang memperpanjang reli emas setelah tahun 2025 mencatat kenaikan tahunan terkuat sejak 1979 (sekitar 66–70%).

Pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi, dengan potensi koreksi jika situasi Venezuela mereda cepat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *