Rolasnews.com – Perum Bulog menyatakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola mencapai 3,25 juta ton per 2 Januari 2026. Angka ini menjadi rekor tertinggi stok awal tahun sejak Bulog berdiri pada 1967.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan data tersebut dalam konferensi pers “Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026” di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
“Hingga akhir 2025, stok cadangan beras pemerintah PSO Bulog tercatat sebesar 3,25 juta ton,” ujar Rizal, seperti dikutip Antara.
Angka lebih presisi dari data internal Bulog menyebutkan stok mencapai 3.248.472 ton pada akhir 2025 hingga awal 2026. Stok ini merupakan carry over dari penyerapan rekor sepanjang 2025, di mana Bulog berhasil mengadakan setara beras sebanyak 3,19 juta ton.
Penyerapan tersebut berasal dari 4,53 juta ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras langsung.
Puncak stok pernah menyentuh 4,2 juta ton pada pertengahan 2025.
Rizal menekankan bahwa capaian ini menjadi fondasi kuat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.
“Tahun 2025 adalah momentum konsolidasi peran Bulog sebagai stabilisator pangan,” ujarnya.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pernyataan tersebut dengan proyeksi stok beras nasional carry over ke 2026 mencapai 12,529 juta ton. Termasuk stok CBP Bulog sekitar 3,248 juta ton.
Kondisi ini membuat pemerintah memutuskan tidak perlu impor beras, jagung pakan, maupun gula konsumsi sepanjang 2026.
Dengan stok melimpah, Bulog siap menyerap panen baru pada 2026 dengan target 4 juta ton setara beras. Sekaligus menyalurkan 1,5 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan untuk masyarakat.







