Jatim Siap Jadi Garda Terdepan Swasembada Gula Nasional 2026

Jatim Siap Jadi Garda Terdepan Swasembada Gula Nasional 2026

Rolasnews.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan daerah yang dipimpinnya menjadi garda terdepan dalam mewujudkan swasembada gula konsumsi nasional pada 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Hilirisasi Perkebunan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (23/12/2025).

Jawa Timur menyumbang mayoritas produksi gula nasional, dengan rata-rata 1,185 juta ton per tahun pada periode 2021-2025.

Read More

Pada 2024, produksi mencapai 1,278 juta ton, sementara kebutuhan lokal hanya sekitar 263.000-281.000 ton, sehingga menghasilkan surplus hingga satu juta ton yang mendukung pasokan nasional.

“Produksi gula kita 1,278 juta ton sementara kebutuhan rumah tangga 263.000 ton, maka ada surplus satu juta ton,” ujar Khofifah.

Ia menekankan sinergi lintas sektor menjadi kunci, termasuk pemetaan lahan potensial oleh bupati/wali kota untuk perluasan tanam tebu.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kontribusi Jatim dan menetapkan target nasional meningkatkan produksi dari 2,68 juta ton menjadi 3 juta ton pada 2026, dengan program bongkar ratoon masif dalam 90 hari.

Mentan Amran juga menjelaskan, pemerintah menargetkan perluasan dan optimalisasi lahan tebu hingga 100 ribu hektare secara nasional, dengan sekitar 70 ribu hektare atau 70 persen berada di Jawa Timur.

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta dukungan aparat penegak hukum guna memastikan percepatan realisasi di lapangan.

Pernyataan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan impor gula kristal putih pada 2026, menyusul keberhasilan swasembada beras yang diproyeksikan diumumkan awal tahun depan.

Optimisme ini didukung investasi optimalisasi pabrik gula oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), KUR khusus petani tebu, dan bantuan alsintan.

Gubernur Khofifah berharap program ini tidak hanya mencapai swasembada. Tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah. (IST)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *