Rolasnews.com – Pasar logam mulia global mengalami koreksi tipis hari ini, 19 Desember 2025, setelah rally panjang sepanjang tahun. Penurunan harga dipicu data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Meski demikian, tren jangka panjang tetap bullish dengan emas dunia naik lebih dari 65% sejak awal 2025.
Harga emas batangan Antam terpantau turun Rp4.000 menjadi Rp2.483.000 per gram, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi Rp2.487.000 kemarin.
Harga beli kembali (buyback) juga melemah ke Rp2.342.000 per gram. Sementara di Pegadaian, emas Antam 1 gram justru menguat menjadi Rp2.736.000.
Secara internasional, harga emas spot bergerak di kisaran US$4.319–4.340 per troy ounce (sekitar Rp70-71 juta per ounce). Turun ringan sekitar 0,3% hari ini akibat aksi ambil untung investor.
Perak Ikut Terkoreksi
Harga perak Antam merosot Rp405 menjadi Rp40.415 per gram, sementara global sekitar US$65–66 per ounce (sekitar Rp1,08-1,10 juta per ounce).
Nasib berbeda dialami platinum dan paladium yang justru menguat berkat permintaan industri besar, terutama dari sektor otomotif dan teknologi hijau.
Platinum naik ke US$1.922–1.938 per ounce (sekitar Rp32-32,4 juta per ounce), sedangkan palladium mencapai US$1.708 per ounce (sekitar Rp28,5 juta per ounce).
Para analis menilai koreksi hari ini bersifat sementara.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed lebih lanjut serta ketegangan geopolitik global masih menjadi pendongkrak utama logam mulia ke depan. (TON)





