Rolasnews.com – Beberapa klub Saudi Pro League masih menahan langkah untuk mendekati Mohamed Salah. Mereka ingin memastikan terlebih dahulu apakah perdamaian antara bintang Liverpool itu dengan pelatih Arne Slot benar-benar tercapai dalam 48 jam ke depan.
Konflik terbuka terjadi akhir pekan lalu ketika Salah, 33 tahun, dicoret dari skuad utama Liverpool tanpa alasan yang dijelaskan secara publik.
Pemain asal Mesir itu kemudian menyuarakan kekecewaannya di media sosial dan wawancara pasca-pertandingan.
Menurut sumber internal Liverpool, manajemen klub tetap bersikeras bahwa Salah yang baru menandatangani kontrak baru senilai lebih dari £400.000 per pekan beberapa bulan sebelumnya, tidak akan dijual.
Pihak The Reds yakin masalah dengan Slot hanya bersifat sementara dan dapat diselesaikan melalui pembicaraan internal.
Namun, sumber di Saudi Pro League menilai pernyataan tersebut sebagai upaya Liverpool melindungi nilai transfer Salah. Mereka tetap memantau perkembangan dengan cermat.
Berbicara di World Football Summit di Riyadh pada Rabu (10/12/2025), CEO Saudi Pro League Omar Mugharbel secara terbuka menanggapi hal ini.
“Mohamed Salah sangat diterima di liga kami, tetapi keputusan negosiasi ada di tangan klub masing-masing. Pastinya Salah termasuk salah satu target,” ujarnya.
Al Hilal, Al Qadisiyah, dan proyek kota baru Neom dikabarkan siap melancarkan tawaran besar jika ada sinyal positif dari Liverpool. Pada 2023 lalu, The Reds pernah menolak proposal £150 juta dari Al Ittihad.
Di luar Arab Saudi, dua klub MLS, San Diego FC dan Chicago Fire, juga disebut tertarik. Namun, paket finansial yang diinginkan Salah diprediksi terlalu tinggi bagi klub-klub Amerika tersebut.
Saat ini, semua pihak menunggu hasil pertemuan krusial antara Arne Slot dan Mohamed Salah. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam dua hari ke depan.
Hasil pembicaraan itu akan menentukan apakah Salah tetap bertahan di Anfield atau pintu transfer musim dingin benar-benar terbuka lebar. (JUL)







