Rolasnews.com – TikTok tak lagi beroperasi di Amerika Serikat pada Sabtu kemarin, atau sehari menjelang berlakunya undang-undang yang mengharuskan penutupan aplikasi yang digunakan lebih dari 170 juta warga AS. Platform media sosial tersebut juga sudah menghilang dari aplikasi Apple dan Google
Sebelumnya, Presiden terpilih Donald Trump menyatakan ia bisa saja akan memberikan TikTok penangguhan selama 90 hari setelah ia menjabat pada Senin (20/1/2025). Pernyataan Trump ini dikutip TikTok dalam pemberitahuan kepada pengguna di aplikasi tersebut.
TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance dari China, memberi tahu pemberhentian operasinya kepada pengguna yang mencoba menggunakan aplikasi sekitar pukul 10:45 malam waktu AS.
“Sebuah undang-undang yang melarang TikTok telah disahkan di AS. Sayangnya, itu berarti Anda tidak dapat menggunakan TikTok untuk saat ini. Kami beruntung bahwa Presiden Trump telah mengindikasikan bahwa dia akan bekerja sama dengan kami untuk menemukan solusi agar TikTok dapat kembali beroperasi setelah dia menjabat. Please, stay tuned,” demikian pernyataan tersebut.
Aplikasi lain yang dimiliki ByteDance, termasuk aplikasi pengeditan video Capcut dan aplikasi sosial gaya hidup Lemon8, juga tidak dapat diakses di AS pada malam itu.
“Perpanjangan 90 hari adalah sesuatu yang kemungkinan besar akan dilakukan karena itu pantas,” kata Trump kepada NBC.
“Jika saya memutuskan untuk melakukannya, saya mungkin akan mengumumkannya pada hari Senin,” lanjut Presiden AS ke-47 itu.
Pengguna TikTok yang mencoba masuk pada akhir Sabtu mendapatkan pesan bahwa undang-undang tersebut akan penyedia aplikasi tidak dapat memberikan layanan sementara.
“Kami sedang bekerja untuk memulihkan layanan kami di AS secepat mungkin,” tulis TikTok.
Meskipun belum jelas apakah pengguna AS masih bisa mengakses TikTok melalui aplikasi web, banyak yang sudah tidak bisa menggunakannya. Mereka kemudian beralih ke platform lain seperti RedNote, aplikasi berbasis di China lainnya. Sementara Meta dan Snap merasakan lonjakan saham menjelang larangan ini.

China Siap Ambil Langkah Tegas
Pada Jumat lalu, TikTok mengancam akan menutup operasionalnya di AS jika tidak ada jaminan dari pemerintah Joe Biden. Undang-undang yang disahkan tahun lalu mengharuskan TikTok memilih antara memutus hubungan dengan induknya, ByteDance, atau berhenti beroperasi di AS.
Gedung Putih mengingatkan bahwa tindakan terkait masalah ini harus ditangani oleh pemerintahan baru.
“Kami tidak melihat alasan untuk bertindak sebelum pemerintahan Trump dilantik,” kata juru bicara Karine Jean-Pierre.
Sementara itu, Kedutaan Besar China di Washington mengkritik langkah AS yang dianggap tidak adil dan mengancam akan mengambil langkah tegas untuk melindungi kepentingan mereka.
“China akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk teguh menjaga hak dan kepentingan sahnya,” kata juru bicara pihak kedutaan.
Pengguna TikTok, terutama dari kalangan anak muda, mulai mencari alternatif dan beralih ke platform lain. Beberapa merasa kecewa dan mengungkapkan perasaan mereka di media sosial, dengan tagar #tiktokrefugee. (TON)







