Rolasnews.com – Tepat di hari pertama 2025, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan telah mengeksekusi enam warga Iran karena kasus penyelundupan narkoba. Eksekusi tersebut memancing protes keras Iran dan dapat menggganggu upaya kedua negara untuk memperbaiki hubungan.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa enam pria tersebut ditangkap saat menyelundupkan hasis ke dalam kerajaan. Mereka kemudian dieksekusi setelah banding mereka ditolak oleh Mahkamah Agung Arab Saudi.
Namun, kementerian tidak merinci kapan peristiwa ini terjadi.
Hukuman mati tersebut sesuai dengan hukum Islam. Tujuannya adalah untuk melindungi warga dan penduduk “dari bencana narkoba”’, demikian pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri.
Sementara itu di Teheran, Kementerian Luar Negeri Iran memanggil duta besar Arab Saudi sebagai bentuk protes. Dikutip dari laporan kantor berita resmi IRNA, Iran juga akan mengirimkan delegasi ke Riyadh untuk membahas kasus ini.
IRNA mengutip pernyataan pejabat kementerian, Mojtaba Shasti Karimi, yang menyatakan eksekusi tersebut bertentangan dengan tren umum kerja sama yudisial.
Ia menegaskan bahwa tindakan Arab Saudi, tanpa memberi tahu Iran sebelumnya, “tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun”.
Kedua negara yang merupakan seteru berat di Timur Tengah, tengah berupaya memperbarui hubungan diplomatik pada awal tahun 2023. Upaya ini untuk meredakan ketegangan yang memuncak selama 7 tahun terakhir di kawasan penuh konflik tersebut. (TON)







