Rolasnews.com – Sejumlah kader lingkungan hari ini mengikuti kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kelembagaan kader lingkungan Kota Malang. Materi pelatihan diberikan secara langsung oleh Pembina Lingkungan Tingkat Nasional, Bambang Irianto.
Disampaikan Bambang, Kader lingkungan Kota Malang secara struktural sebenarnya sudah cukup bagus dan sudah berjalan cukup lama. Tujuan pelatihan ini untuk mencoba merubah mindset para kader lingkungan.
“Kita coba dan kita dorong supaya kadir lingkungan lebih inovatif dan lebih bisa memotivasi masyarakat binaan di wilayah masing-masing. Oleh karena itu sebenarnya pelatihan ini adalah proses untuk melatih mereka menjadi pelatih supaya mereka bisa melatih masyarakat,” terangnya di rumah prestasi Glintung Go Green, Sabtu (30/10).
Dikatakan Bambang, ada 3 materi utama yang diberikan kepada para peserta pelatihan. Materi pertama adalah bagaimana strategi membangun lingkungan, yang kemudian disusul dengan materi kepemimpinan.
“Pada materi kepemimpinan kali ini disampaikan tidak seperti biasanya yang terlalu teoritis. Tetapi diberikan dalam bentuk permainan untuk menimbulkan rasa kebersamaan yang kuat antar kader lingkungan,” tuturnya.
Materi selanjutnya adalah materi UMKM dari pakar FEB UB. Melalui materi ini nantinya para kader lingkungan diharapkan mampu memotivasi masyarakat untuk berwirausaha menjadi UKM. Supaya mereka bisa berkelanjutan dalam membangun lingkungan.
“Jadi menurut saya pelatihan peningkatan kapasitas kader lingkungan ini secara kualitatif sangat bagus dan efektif walaupun dalam keterbatasan dana. Ditambah lagi semangat peserta yang sangat luar biasa,” ucapnya.
“Kami dari Glintung Go Green (3G) akan siap berkolaborasi dengan kader lingkungan Kota Malang untuk lebih memajukan lagi,” tandasnya.

Selanjutnya Bambang juga mengharapkan perhatian yang lebih dari Walikota Malang untuk kader lingkungan. Terlebih mereka merupakan garda terdepan dan mitra strategis. Jangan sampai hanya dipakai aksesoris.
Menurutnya selama ini Malang terkenal dengan aspek lingkungan hidup, tapi mengajukan proklim saja tidak pernah lolos. Ada apa? Keseriusannya bagaimana?
Kota Malang kalah dengan daerah lainnya, bahkan di kota lain sampai ada yang membuat peraturan bupati atau walikota untuk membentuk kampung iklim. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintahnya serius.
“Saya sebagai pembina lingkungan terus terang meminta Walikota agar punya perhatian yang serius terkait hal ini. Bukan asal SAE saja,” tuturnya.
Baca Juga :
Peduli Lingkungan, Gensalim Kota Malang Gelar Lomba Social Media Campaign
Sementara itu Ketua Kader Lingkungan Kota Malang M. Djainul Arifin menyebutkan, pelatihan tersebut bertujuan agar para kader lingkungan mempunyai jiwa kepemimpinan.
“Kader lingkungan yang kita undang dalam pelatihan diambil dari setiap kecamatan masing-masing 25 orang. Totalnya ada 125 orang kader lingkungan yang ikut,” sebutnya.

Lebih lanjut, Djainul berharap sebagai garda terdepan, kader lingkungan tetap mendapat perhatian dari pemerintah agar kami menjalankan tugas kita dengan baik.
“Kami harapkan kedepan ada anggaran bagi kader lingkungan untuk membina kader lingkungan di tingkat RW,” pungkasnya. (ANC)







